Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat terhadap Penyakit Rabies Melalui Penyuluhan di Puskesmas Ch. M. Tiahahu Ambon
DOI:
https://doi.org/10.31258/batobo.3.1.25-30Kata Kunci:
Pencegahan, Puskesmas CH. M. Tiahahu Ambon, Rabies, PenyuluhanAbstrak
Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia, yang masih menjadi ancaman kesehatan di beberapa daerah, termasuk Ambon. Rabies dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani, terutama jika gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi tidak segera mendapat penanganan medis yang tepat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies serta langkah-langkah yang perlu diambil apabila terjadi gigitan atau serangan hewan, khususnya anjing. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2024 bertempat di Puskesmas CH. M. Tiahahu Ambon dan dihadiri oleh 28 orang peserta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang disampaikan secara langsung dan interaktif kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit rabies, yang diharapkan dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan mereka akan lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan hewan dan segera melapor serta mencari pertolongan medis apabila terjadi gigitan atau cakaran hewan yang dicurigai membawa virus rabies.
Referensi
N. I. Kurniati, H. Mubarok, and D. Fauziah, “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Hewan Peliharaan Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Tek. Inform. Dan Sist. Inf., vol. 4, no. 1, Apr. 2018, doi: 10.28932/jutisi.v4i1.708.
Pande Ayu Naya Kasih Permatananda, Putu Nita Cahyawati, Anak Agung Sri Agung Aryastuti, and Asri Lestarini, “Upaya Pencegahan Rabies di Desa Taman, Bali,” ABDISOSHUM J. Pengabdi. Masy. Bid. Sos. Dan Hum., vol. 1, no. 3, pp. 357–363, Sep. 2022, doi: 10.55123/abdisoshum.v1i3.985.
D. Puspita, “Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Rabies Pada Manusia”.
G. Ayu Ria Widiani and I. M. Mahardika Yasa, “Laporan Kasus: Seorang Penderita dengan Kecurigaan Rabies,” J. Ilm. Kedokt. Dan Kesehat., vol. 1, no. 3, pp. 82–88, Sep. 2022, doi: 10.55606/klinik.v1i3.628.
Abdul Hamid, Putri Adekayanti, Lina Eta Safitri, and Hamdin Hamdin, “Penyuluhan dan Pengenalan Penyakit Rabies di Kelurahan Bugis Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa,” J. Pengabdi. Ilmu Kesehat., vol. 3, no. 3, pp. 174–182, Nov. 2023, doi: 10.55606/jpikes.v3i3.3380.
M. Simbong, R. Azis, and A. Juhanto, “Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (Ghpr) Di Kabupaten Luwu Timur Dan Faktor Risikonya,” vol. 5, no. 1.
D. K. Chan and I. Anggraini, “Analisis Faktor Perilaku Yang Memengaruhi Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Di Wilaya Puskesmas Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan,” vol. 06, no. 3, 2024.
D. Devira, . T., and H. Mariani, “Knowledge, Attitude, and Practice of Dog Owners on Rabies In The Province of West Java,” J. Sain Vet., vol. 41, no. 2, p. 144, Aug. 2023, doi: 10.22146/jsv.80495.
N. L. P. Mahendra Dewi, I. K. Budiarta, I. G. A. Diputera, S. E. Maharani, A. A. Bastiana, and I Made Pasek, “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Mitigasi Penyakit Rabies,” J. Abdi Dharma Masy. JADMA, vol. 5, no. 1, pp. 40–48, Apr. 2024, doi: 10.36733/jadma.v5i1.9214.
D. Puspita, “Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Rabies Pada Manusia”.
K. Mohan, “Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies Di Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Bali Tahun 2015,” Intisari Sains Medis, vol. 6, no. 1, pp. 65–77, Aug. 2016, doi: 10.15562/ism.v6i1.21.
A. Wicaksono, A. Z. Ilyas, E. Sudarnika, D. W. Lukman, and Y. Ridwan, “Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemilik Anjing Terkait Rabies di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Knowledge, Attitude, And Practice Study Of Dog Owners Related To Rabies In Sukabumi Distric, West Java),” J. Vet., vol. 19, no. 2, p. 230, Sep. 2018, doi: 10.19087/jveteriner.2018.19.2.230.
M. L. Soetanto, O. Wismandanu, and I. Afriandi, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Vaksinasi Rabies pada Anjing di Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat dengan Pendekatan Health Belief Model,” Media Penelit. Dan Pengemb. Kesehat., vol. 31, no. 3, pp. 233–244, Dec. 2021, doi: 10.22435/mpk.v31i3.3385.
I. K. Suatha et al., “Lokasi Gigitan Secara Anatomi dan Waktu Kematian Pascagigitan Anjing Rabies pada Korban Manusia di Bali,” vol. 16, no. 1, 2015.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Cesar Umagapi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







