Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Danau Bokuok Desa Aur Sati
DOI:
https://doi.org/10.31258/batobo.4.1.70-79Kata Kunci:
desa wisata, perencanaan kawasan wisata, pemberdayaan masyarakat, Pokdarwis, pemetaan GIS, wisata berbasis kearifan lokalAbstrak
Kawasan Danau Bokuok yang berlokasi di Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menyimpan beragam potensi wisata yang layak dikembangkan secara terencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan kawasan wisata berbasis pemberdayaan komunitas lokal. Pendekatan yang digunakan mencakup survei lapangan, wawancara pemangku kepentingan, observasi potensi fisik, dan pemetaan menggunakan drone. Hasil identifikasi menunjukkan empat potensi unggulan: (1) tradisi Maawuo sebagai atraksi budaya turun-temurun, (2) jalur bersepeda dengan empat alternatif rute sepanjang 3,5 hingga 14,7 km, (3) wisata air berbasis perahu dan kegiatan memancing, serta (4) kuliner khas Kampar sebagai daya tarik pendukung. Kegiatan pengabdian berdampak pada pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tersedianya peta kawasan berskala, dan meningkatnya kapasitas masyarakat dalam tata kelola pariwisata. Pengembangan yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara pemerintah desa, dinas pariwisata, akademisi, dan masyarakat lokal.
Referensi
[1] T. Pangestu, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Wisata Kampoeng Purba Kelurahan Brangkal, Gemolong, Sragen,” J. Abdimas Indones., vol. 2, no. 1, hal. 87–93, 2022.
[2] F. N. Qorimah, R. Handoko, dan M. R. Basyar, “Ananlisis Kebijakan Pada Program Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Serang Kabupaten Blitar,” PRAJA Obs., vol. 4, no. 04, hal. 119–135, 2024.
[3] P. Desa, W. Berbasis, K. Lokal, B. Village, F. Subdistrict, dan S. Nias, “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan Development of Village Tourism Based on Local Wisdom in Bawomataluo Village, Fanayama Subdistrict, South Nias,” PERSPEKTIF, vol. 12, no. 1, hal. 212–225, 2023, doi: 10.31289/perspektif.v12i1.7858.
[4] K. T. P. Arcana et al., “Tata Kelola Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tihingan Kabupaten Klungklung,” J. Abdi Masy., vol. 01, no. 01, hal. 36–45, 2021.
[5] N. Hartaman et al., “Strategi Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya dan Kearifan Lokal di Kabupaten Majene,” Ganaya, vol. 4, no. 2, hal. 578–588, 2021.
[6] Nurdin et al., “Diversifikasi Produk Mebel Lokal Untuk Menguatkan Usaha Pariwisata Danau Bokuok di Desa Aursati,” PELITA Masy., vol. 7, no. 1, hal. 80–89, 2026, doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v7i2.14806.
[7] I. K. Sukendra, P. D. Asrida, N. K. R. Purwati, I. D. P. Juwana, P. D. Fridayanthi, dan I. M. Subrata, “Pengembangan Objek Wisata Alam Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi Etnomatematika di Desa Apuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli,” Widyadari, vol. 24, no. 2, hal. 286–298, 2023, doi: 10.59672/widyadari.v24i2.3192.
[8] S. Sukmadi, F. Kasim, V. Simatupang, dan A. D. L. Goeltom, “Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Kearifan Lokal pada Desa Wisata Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Abstrak,” Masy. Pariwisata J. Community Serv. Tour., vol. 1, no. d, hal. 1–12, 2020, doi: 10.34013/mp.v1i1.356.
[9] R. Setioyono, Sutanto, S. D. R. S., dan P. Widyaningsih, “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Peta Digital Berbasi Data Spasial di Desa Rejoso Jogonalan Klaten Menggunakan Aplikasi QGIS 3.8.3,” BUDIMAS, vol. 03, no. 02, hal. 457–464, 2021.
[10] R. Saily, H. Maizir, S. Haniza, A. Hamidi, R. Azhari, dan D. P. A. Hidayat, “Pembuatan Peta Potensi Wisata di Kelurahan RImba Sekampung,” J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, hal. 93–98, 2022, doi: 10.31849/fleksibel.v3i2.
[11] A. Ilhami, R. Syahvira, U. Maisarah, dan D. Diniya, "Kajian Etnosains Tradisi Maauwo di Danau Bakuok Sebagai Sumber Pembelajaran Biologi," Bioeduca: Jurnal Pendidikan Biologi, vol. 2, no. 2, hal. 79–86, 2020.
[12] S. Andini, Susibah, R. W. Pratiwi, dan J. Putra, "Pelestarian dan Nilai Budaya Pelito Daun sebagai Makanan Khas Kampar Riau," Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, vol. 4, no. 3, hal. 5368–5375, 2025.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Randhi Saily, Mardani Sebayang, Siswanto Siswanto, Edi Yusuf Adiman, Hendra Taufik, Alex Kurniawandy, Benny Hamdi Rhoma Putra, Horas Saut Marpaung, Novreta Ersyi Darfia, Vinka Lyona, Rizqy Ridho Prakasa, Intan Monica MG, Vinka Lyona

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







