Pemanfaatan Limbah Organik menjadi Insektisida Ramah Lingkungan melalui Teknologi Pembakaran Bebas Asap di Desa Sumber Sari, Kab. Kampar

Penulis

  • Erman Taer Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau
  • Muhammad Nasir Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau
  • Minarni Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau
  • Erwin Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau
  • Awaludin Martin Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Riau
  • Julnaidi Jurusan Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
  • Rika Jurusan Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Vira Friska Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau
  • Apriwandi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.31258/batobo.4.1.17-27

Kata Kunci:

Asap cair, insektisida organik, limbah biomassa, pembakaran bebas asap, Sumber Sari

Abstrak

Desa Sumber Sari, Kabupaten Kampar, merupakan salah satu wilayah pertanian yang masih menghadapi permasalahan berupa serangan hama tanaman, ketergantungan petani terhadap insektisida kimia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik dari aktivitas pertanian dan rumah tangga. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi pembakaran sampah bebas asap dalam mengkonversi limbah organik menjadi insektisida alami di Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-terapan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan alat sederhana berbasis prinsip pirolisis, pelatihan produksi asap cair, serta pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembakaran terkendali mampu menghasilkan cairan kondensat dengan karakteristik menyerupai wood vinegar, yang mengandung senyawa asam organik dan fenolik dengan potensi insektisida. Variasi frekuensi pembakaran mempengaruhi kualitas produk, di mana kondisi optimum diperoleh pada pH 4–5 yang sesuai untuk aplikasi pertanian setelah pengenceran. Selain menghasilkan produk fungsional, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas teknis petani dalam mengelola limbah biomassa secara mandiri. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap pengurangan limbah, penurunan emisi dari pembakaran terbuka, serta penguatan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.

Referensi

[1] K. Novita Sari et al., “Identifikasi Serangga Hama pada Tanaman Cabe di Organ Ilir Sumatra Selatan Identification of Insect Pests on Chili in Ogan Ilir South Sumatera,” Pros. Semin. Nas. Lahan Suboptimal ke-10, vol. 6051, pp. 824–831, 2022.

[2] D. B. Cahyono, H. Ahmad, and A. R. Tolangara, “Hama pada Cabai Merah,” Techno J. Penelit., vol. 6, no. 02, p. 18, 2018, doi: 10.33387/tk.v6i02.565.

[3] E. Suryaningsih and A. Hadisoeganda, “Pengendalian Hama Dan Penyakit Penting Cabai Dengan Pestisida Biorasional,” J. Hortik., vol. 17, no. 3, pp. 261–269, 2007.

[4] B. S. E., E. H. Iswanto, and D. Munawar, “Resistensi Wereng Cokelat terhadap Insektisida yang Beredar di Sentra Produksi Padi,” J. Penelit. Pertan. Tanam. Pangan, vol. 35, no. 2, p. 99, 2016, doi: 10.21082/jpptp.v35n2.2016.p99-108.

[5] K. Sinyong, N. Mubin, and D. Prijono, “Tingkat resistensi insektisida emamektin benzoat terhadap ulat krop Crocidolomia pavonana (F.)(Lepidoptera: Crambidae) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat: Resistance level of emamectin benzoate insecticide to Crocidolomia pavonana (F.)(Lepidoptera: Crambidae) in Cianjur Regency, West Java.,” J. Entomol. Indones., vol. 20, no. 3, pp. 247–247, 2023.

[6] E. R. M. Meray et al., “Diseminasi Resistensi Hama Akibat Penggunaan Insektisida pada Kelompok Tani Sehati di Kelurahan Kakaskasen II Kota Tomohon Dissemination of Pest Resistance to Insecticides in the Sehati Farmer Group in Kakaskasen II Village, Tomohon City,” J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 3, pp. 133–138, 2024.

[7] A. Martin, B. Suryawan, M. I. Alhamid, and , N., “Adsorpsi Isotermal CO2 Bertekanan Tinggi Pada Karbon Aktif Dengan Metoda Volumetrik,” MAKARA Technol. Ser., vol. 14, no. 2, pp. 128–132, 2011, doi: 10.7454/mst.v14i2.705.

[8] E. Taer, R. Farma, and M. Nasir, “Perkembangan Teknologi Pengelolaan Sampah Bebas Asap,” Hak Cipta, Nomor Permohonan EC002023126296, 2023

[9] D. Irawan and Z. Arifin, “Pemanfaatan Sampah Organik Kota Samarinda Menjadi Bioetanol : Klasifikasi Dan Potensi,” Semin. Rekayasa Kim. dan Proses 2010, pp. 1–6, 2010.

[10] C. Saka, “BET, TG-DTG, FT-IR, SEM, iodine number analysis and preparation of activated carbon from acorn shell by chemical activation with ZnCl2,” J. Anal. Appl. Pyrolysis, vol. 95, pp. 21–24, 2012, doi: 10.1016/j.jaap.2011.12.020.

[11] S. Mathew and Z. A. Zakaria, “Pyroligneous acid—the smoky acidic liquid from plant biomass,” Appl. Microbiol. Biotechnol., vol. 99, no. 2, pp. 611–622, 2015, doi: 10.1007/s00253-014-6242-1.

[12] J. L. Aguirre et al., “Composition, ageing and herbicidal properties of wood vinegar obtained through fast biomass pyrolysis,” Energies, vol. 13, no. 10, 2020, doi: 10.3390/en13102418.

[13] T. Yudianto, Tamrin, and Hermanto, “Identifikasi Mutu Asap Cair Berbahan Baku Kayu Pohon Aren (Arrenga Pinnata),” JRP J. Ris. Pangan, vol. 2, no. 3, pp. 273–280, 2024.

[14] N. Adi Saputra, S. Komarayati, and , Gusmailina Gusmailina, “Komponen Kimia Organik Lima Jenis Asap Cair,” J. Penelit. Has. Hutan, vol. 39, no. 1, pp. 39–54, 2021, doi: 10.20886/jphh.2021.39.1.39-54.

[15] S. Chai et al., “Fractional condensation of bio-oil vapors from pyrolysis of various sawdust wastes in a bench-scale bubbling fluidized bed reactor,” Chemosphere, vol. 350, no. September 2023, p. 141121, 2024, doi: 10.1016/j.chemosphere.2024.141121.

[16] A. Mati et al., “Fractional Condensation of Fast Pyrolysis Bio-Oil to Improve Biocrude Quality towards Alternative Fuels Production,” Appl. Sci., vol. 12, no. 10, 2022, doi: 10.3390/app12104822.

[17] H. A. Oramahi and T. Yoshimura, “Antifungal and antitermitic activities of wood vinegar from Vitex pubescens Vahl,” J. Wood Sci., vol. 59, no. 4, pp. 344–350, 2013, doi: 10.1007/s10086-013-1340-8.

[18] R. Anggraini, J. Khabibi, and M. R. Ridho, “Utilization of Wood Vinegar as a Natural Preservative for Sengon Wood (Falcataria moluccana Miq.) against Fungal Attack (Schizophyllum commune Fries),” J. Sylva Lestari, vol. 11, no. 1, pp. 79–97, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.23960/jsl.v12i2.734

[19] A. Utami and C.-H. Chang, “Emisi Pencemaran Udara Dari Biomass Open Burning Pada Lahan Gambut Di Indonesia Menggunakan Data Gis Dan Citra Modis,” J. Sains &Teknologi Lingkung., vol. 8, no. 1, pp. 01–09, 2016, doi: 10.20885/jstl.vol8.iss1.art1.

Unduhan

Diterbitkan

23-06-2026

Cara Mengutip

Taer, E., Nasir, M., Minarni, Erwin, Martin, A., Julnaidi, … Apriwandi. (2026). Pemanfaatan Limbah Organik menjadi Insektisida Ramah Lingkungan melalui Teknologi Pembakaran Bebas Asap di Desa Sumber Sari, Kab. Kampar. BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 17–27. https://doi.org/10.31258/batobo.4.1.17-27

Terbitan

Bagian

Artikel Jurnal