Perancangan Masjid di Kawasan Komplek Bumi Lago Permai (BLP) untuk Optimalisasi Kenyamanan Ibadah
DOI:
https://doi.org/10.31258/batobo.3.1.112-119Kata Kunci:
arsitektur masjid, perancangan masjid, pencahayaan alami, penghawaan alami, pengabdian masyarakatAbstrak
Masjid merupakan salah satu bentuk arsitektur keagamaan yang memiliki peranan penting, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial dan budaya bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang masjid di kawasan Komplek Bumi Lago Permai (BLP), Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, yang mengalami kekurangan kapasitas menampung jamaah, terutama bagi penghuni kos dan kontrakan laki-laki yang mayoritas rutin melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan, wawancara dengan warga, pengumpulan data tapak, dan eksplorasi desain dengan pendekatan fenomenologi. Hasil perancangan mempertimbangkan aspek kenyamanan ruang, material bangunan, pencahayaan alami, dan prinsip ergonomi yang mendukung aktivitas ibadah dan interaksi sosial. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam proses perancangan agar tercipta masjid yang sesuai kebutuhan dan selaras dengan kearifan lokal. Rancangan ini diharapkan menjadi panduan untuk pembangunan masjid yang fungsional, representatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya dan keberagamaan di kawasan tersebut.
Referensi
[1] S. A. G. Pinilih, “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Terhadap Hak Atas Kebebasan Beragama Dan Beribadah Di Indonesia,” Masal. Huk., vol. 47, no. 1, p. 40, 2018, doi: 10.14710/mmh.47.1.2018.40-46.
[2] S. S. Marhaeni, “Hubungan Pancasila Dan Agama Islam Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” JPPKn Vol.2, No.2, Desember 2017 ISSN 2541-6707, vol. 4, no. 2, p. 5, 2017, [Online]. Available: https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/jppkn/article/view/137
[3] S. Nyoman and I. G. W. Murjana Yasa, “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Migrasi Masuk Terhadap Pertumbuhan Penduduk dan Alih Fungsi Bangunan Penduduk Asli Kota,” J. Ekon. Kuantitatif Terap., pp. 95–107, 2017, doi: 10.24843/jekt.2017.v10.i01.p10.
[4] Kementerian Dalam Negeri, “AGREGAT PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA,” Data AGREGAT PENDUDUK BERDASARKAN AGAMA, 2021. [Online]. Available: https://e-database.kemendagri.go.id/
[5] Kementerian Dalam Negeri, “Jumlah Rumah Ibadah,” Data Jumlah Rumah Ibadah, 2024. [Online]. Available: https://e-database.kemendagri.go.id/
[6] M. Muhtadi, “Masjid sebagai pusat informasi dan komunikasi umat Islam,” Jurnal Komunikasi Islam, vol. 8, no. 1, pp. 45–56, 2018.
[7] U. Mahira, A. Dafrina, and Y. Novianti, “Kajian karakteristik arsitektur modern pada elemen fasad Masjid Syuhada di Kota Lhokseumawe,” Journal of Education Science (JES), vol. 11, no. 1, pp. 51–56, 2025.
[8] S. Kahir, S. Syam, and A. Harisah, “Persepsi pengguna terhadap warna interior mesjid,” Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, vol. 9, no. 1, pp. 20–30, 2020.
[9] T. P. Sari, “Kontribusi skylight terhadap performa pencahayaan alami Greenhost Boutique Hotel di Yogyakarta,” SMART: Seminar on Architecture Research and Technology, vol. 2, pp. 45–61, 2017.
[10] N. A. Idris, J. Sirhadi, D. Arlino, and L. P. Jurumai, “Kajian solusi desain penerapan pencahayaan alami pada Masjid Al-Azhar,” Rustic: Jurnal Arsitektur, vol. 4, no. 2, pp. 163–178, 2024.
[11] F. H. Syafira, E. Mufida, and M. Hady, “Penghawaan alami untuk kenyamanan termal pada kasus bangunan GOR Bambu Runcing di Temanggung,” in Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2022: Design Computation for Sustainable Architecture & Urbanism, 2022, pp. 418–429
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Intan Agustina Pratiwi, Achnia Tiffany Nurfadillah, Hannisa Handri, Musyaffa Rifqi Harimardika, Muhammad Rasyidul Ilmi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







