Peran Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pemahaman Swamedikasi kepada Ibu-Ibu Wirid di Desa Bagan Tujuh Kecamatan Kunto Darussalam

Penulis

  • Ratna Sari Dewi Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Andicha Yosie Dwiputri Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Naira Ocvina Syaputri Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Nur Faidah Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Zanesa Anggun Pratama Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.31258/batobo.3.2.7-14

Kata Kunci:

Swamedikasi, Farmasi, Edukasi, Kesehatan, Obat

Abstrak

Swamedikasi merupakan salah satu perilaku kesehatan yang banyak dilakukan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Praktik ini memberikan manfaat dalam mengatasi keluhan ringan secara cepat, tetapi berisiko apabila dilakukan tanpa pemahaman yang benar. Desa Bagan Tujuh dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih ditemui keterbatasan literasi kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok ibu-ibu wirid yang berperan penting dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman swamedikasi rasional melalui pembagian leaflet edukatif dan penjelasan materi oleh tim penyaji. Leaflet disusun dengan bahasa sederhana dan ilustrasi menarik agar mudah dipahami dan dapat dibaca ulang di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari peserta, terlihat dari antusiasme dalam mendengarkan materi serta pertanyaan yang diajukan terkait pengalaman penggunaan obat sehari-hari. Edukasi ini memberi implikasi penting bagi peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dengan benar, sehingga dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan obat dan mendorong praktik swamedikasi yang lebih aman. Kegiatan ini juga berpotensi menjadi model edukasi sederhana yang dapat direplikasi pada komunitas lain dengan kondisi serupa di wilayah pedesaan.

Referensi

[1] WHO, WHO Guideline on Self-Care Interventions for Health and Well-Being. 2020. [Online].

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Nasional RISKESDAS 2018. 2019. [Online]. Available: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf

[3] A. Jabbar, Irnawati, M. I. Yusuf, and Mubarak, “Sosialisasi Swamedikasi Obat Di Desa Sawapudo Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe,” EJOIN J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 9, pp. 918–923, 2023, doi: 10.55681/ejoin.v1i9.1481.

[4] H. Muliasari, A. D. Ananto, B. S. Annisa, L. H. Hidayat, and C. E. Puspitasari, “Edukasi dan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas menggunakan Obat (Gema Cermat) dengan metode CBIA,” INDRA J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 53–57, 2021, doi: 10.29303/indra.v2i2.131.

[5] W. Hajrin, W. A. Subaidah, and Y. Juliantoni, “Sosialisasi DAGUSIBU Untuk Meningkatkan Rasionalitas Penggunaan Obat Bagi Masyarakat Kerandangan Desa Senggigi,” J. Pengabdi. Magister Pendidik. IPA, vol. 3, no. 2, 2020, doi: 10.29303/jpmpi.v3i2.492.

[6] Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Tahun 2020-2024, no. 7. 2021. [Online]. Available: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/indonesia/20221115_nap-on-amr.pdf?sfvrsn=20f27da3_1&download=true

[7] M. A. H. Fikri, A. Niravita, I. Z. Sari, A. A. Qadisah, B. Tursunov, and E. R. Duhita, “The Role of Legal Advocacy in Controlling Non-Prescription Antibiotic Use in Indonesia,” Indones. J. Advocacy Leg. Serv., vol. 7, no. 1, pp. 149–186, 2025, doi: https://doi.org/10.15294/ijals.v7il.22252.

[8] S. Sholiha, A. Fadholah, and L. O. Artanti, “Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Apotek Kecamatan Colomadu,” Pharm. J. Islam. Pharm., vol. 3, no. 2, pp. 1–11, 2019.

[9] K. Yulianti, A. Muthoharoh, W. A. Ningrum, and Y. W. Permadi, “Pengaruh Edukasi melalui Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Antinyeri Rasional di Kecamatan Kedungwuni Pekalongan,” Kajen J. Penelit. dan Pengemb. Pembang., vol. 5, no. 02, pp. 97–111, 2021, doi: 10.54687/jurnalkajenv5i02.4.

[10] P. Dhaneswari, E. Pranawati, and A. D. Pratiwi, “Pendekatan Edukatif Apoteker Keluarga untuk Meningkatkan Literasi Obat pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul,” J. Pengabdi. Masy. Farm. Pharmcare Soc., vol. 4, no. 3, pp. 201–211, 2025.

Unduhan

Diterbitkan

21-11-2025

Cara Mengutip

Dewi, R. S., Dwiputri, A. Y., Syaputri, N. O., Faidah, N., & Pratama, Z. A. (2025). Peran Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pemahaman Swamedikasi kepada Ibu-Ibu Wirid di Desa Bagan Tujuh Kecamatan Kunto Darussalam. BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 7–14. https://doi.org/10.31258/batobo.3.2.7-14

Terbitan

Bagian

Artikel Jurnal

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.